PRAKTEK LAPANGAN MAHASISWA
TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS EKASAKTI KE UKM KERUPUK DI KOTA PARIAMAN
Suatu kunjungan lapangan yang dilakukan mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian
(THP) Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti Padang (14/12) merupakan salah
satu agenda kegiatan perkuliahan di Program Teknologi Hasil Pertanian Fakultas
Pertanian (FAPERTA) untuk memperkenalkan mahasiswa kepada dunia teknologi
Pengolahan Hasil Pertanian. Dalam kunjungan yang diikuti oleh 8 orang mahasiswa
Teknologi Hasil Pertanian Universitas Ekasakti Padang semester 7 beserta 1
orang dosen pengampu ini, melirik produksi kerupuk merah yang berada di daerah
Pariaman Sumatera Barat. Sasaran utamanya adalah usaha produksi Kerupuk Merah Juanda
milik bapak Jamaludin yang merupakan hasil penerapan atau bimbingan dari dosen Faperta
UNES Padang.
Kerupuk merupakan
sajian pelengkap hidangan segala macam jenis. Berbagai macam kerupuk pasti di
sajikan dari mulai prasmanan maupun acara seremonial di kantor-kantor. Tidak
semua orang merasa yakin akan sukses menjalani bisnis kerupuk seperti yang
dibayangkan. Banyak kalangan menilai kunci kesuksesan ditentukan oleh seberapa
tinggi pendidikan seseorang. Tidak jarang parameter kesuksesan seseorang diukur
dari selembar ijasah formal. Faktanya tidak melulu kesuksesan itu ditentukan
oleh tingginya jenjang pendidikan seseorang. Banyak juga orang sukses tanpa
harus sekolah tinggi-tinggi. Lalu seperti apa seseorang tanpa latar pendidikan
formal bisa meraih kesuksesan? Para pengusaha selalu diawali dengan sesuatu
yang remeh menurut pandangan orang. Namun mereka optimis dengan apa yang mereka
jalani dan terus menekuninya. Inilah yang terjadi kepada Jamaludin (58), warga
Ampalu Kecamatan Pariaman Utara Sumatera Barat, yang sukses hanya dengan
menekuni bisnis kerupuk merah juanda ini.

Pak
jamal mengawali karirnya hanya bermodalkan pengalaman tanpa mengecam pendidikan.
Bisnisnya bermula saat seorang Dosen Faperta Unes Padang Ir. I Ketut Budaraga, M.Si
memberikan motivasi dan analisis buka usaha kepadanya secara rutin sehingga membuka
niat dan kesungguhan dalam memulai dan menjalani suatu usaha tanpa bermodalkan
kemampuan secara teori. Dengan dorongan
itulah pak jamal mencoba memanfaatkan sutuasi ini untuk membuka usaha produksi
kerupuk merah miliknya.
Foto: Alat pencetak dan pemotong kerupuk
Informasi langsung yang
kami dapatkan, yang berperan perting dalam perkembangan usaha miliknya tidak
lepas dari jasa dosen Faperta UNES yang memberikan pendampingan mengenai ilmu
dalam produksi pangan dan kelayakan usahanya, mulai dari modal buka usaha,
pengadaan alat dan mesin, manajemen, proses produksi hingga kepemasaran. Akan
tetapi hal itu hanyalah teori semata saja, namun lebih
sempurna ketika ada implementasinya. Dengan memulai usaha dengan kekuatan
finansial yang minim tak menyurutkan niatnya untuk mengawali usaha dalam
membangun industri kerupuk merah. Dengan sumbangsih pemikiran yang diperoleh
sehingga pengadaan alat dan mesin
produksi dapat terpenuhi. Hingga sekarang usaha kerupuk merah juanda telah
menjadi binaan Faperta Unes. “Dengan
mencoba dalam memulai bisnis ini adalah keyakinan dengan didasari manajemen
yang baik, ini semua berkat binaan para dosen fakultas pertanian unes, bahkan
dalam pengupayaan pengadaan alat dan mesin oleh bantuan mereka dalam
pengumpulan dana didampingi oleh Ir. I Ketut Budaraga, M. Si”, pungkasnya.
Foto: Produk
kerupuk merah Merk Juanda
Kunjungan ini juga
suatu keberuntungan dan pengalaman cuma-cuma yang diperoleh oleh mahasiswa THP
UNES mengingat suatu hubungan baik antara Dosen Faperta UNES dengan industri
kerupuk merah juanda ini. Tidak semua orang atau instansi dapat mengunjungi
atau wawancara pada daerah atau kawasan industri seperti ini jika tidak
mempunyai persetujuan, surat pengantar dari instansi, atau merogoh kocek
pribadi lebih besar untuk masuk kawasan ini.
Pak jamal dapat memproduksi kerupuk
merah 2 ton perharinya hanya memperkerjakan 5 orang kariawan. “dalam produksi kerupuk ini kan tidak terlalu
banyak membutuhkan karyawan, mulai dari pencampuran bahan sampai pengirisan
yang bekerja hanya mesin, serta kendala dalam produksi ini sangat minim. Jika
nanti ada hasil produksi yang gagal masih dapat diolah kembali dan dicampurkan
pada bahan yang baru”.
Usaha
kerupuk menurutnya di pengaruhi oleh musim dalam penjemuran. “Ketika musim hujan biaya produksi meningkat,
tetapi omzet penjualan menurun. Jika musim panas biaya produksi berkurang namun
omzet penjualan meningkat,” katanya.
Foto: Kerupuk merah merk Juanda
Dalam pemasarannya langsung kepada
penggrosir diberbagai daerah sumatera
barat, seperti padang, solok, pasaman dan bukittinggi. Per karung dengan berat
5 kg dapat dibandrol 240.000 ribu rupiah. Artinya dapat laba Rp.115.000 per karung
setelah dikurangi biaya produksi, maka dapat kita bayangkan berapa omset dalam
sebulan jika rata-rata produksi dan penjualannya mencapai 2 ton per harinya.
Untuk itu perguruan tinggi
diharapkan dapat terus melakukan temuan-temuan baru di bidang ilmu pengetahuan
dan inovasi yang dapat meningkatkan kemajuan masyarakat. Terkait dengan link
and match antara perguruan tinggi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), hendaknya
terdapat kerjasama yang saling mengisi. Dimana perguruan tinggi berperan
sebagai sumber pembelajaran dan UKM sebagai partner dalam mengembangkan sains
dan teknologi. Peran perguruan tinggi bukan pada pemberian modal tetapi lebih
pada membina manajemen industri kecil sehingga mendorong kemampuan industri
kecil dalam mengakses modal. Dengan kata lain perguruan tinggi membina
kemampuan industri kecil dalam menghitung modal yang diperlukan, serta menyusun suatu proposal pendanaan ke
lembaga-lembaga pemberi modal.
Hal terperting Pemerintah dan
seluruh instansi pembina UKM juga perlu menyadari secara penuh dan berharap
dapat terus merangkul, mendampingi dan melatih UKM binaannya, sehingga mampu
lebih baik dari hari ke hari dalam sehingga mampu menjadi pilar utama
perekonomian. Sehingga berbagai hambatan yang dihadapi UKM seperti keterbatasan
teknologi, manajemen, keterbatasan finansial dan kelengkapan bahan baku akan
menjadi isu utama untuk dipecahkan bersama. (VS)
Komentar
Posting Komentar