Langsung ke konten utama

VINCENT SAIBUMA-Sitotroga cerealella-UNIVERSITAS EKASAKTI PADANG



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Sitotroga cerealella ( Ngengat gabah atau ngengat gabah Angoumous)

 
   Ngengat ini tersebar di daerah daerah sub tropis dan tropis. Tanaman inagnya padi, sorghum, jagung, gandum, dan semua tanaman yang termasuk padi- padian. Serangannya di mulai disawah dan dilanjutkan di gudang. Padi yang baru saja dipanen dan kemudian di simpan di gudang yang lembab biasanya banyak diserang. Biasanya yang diserang dulu gabah bagian luar tumpukan.

2.1.1  Ciri Morfologi
Ngengat dewasa tubuhnya berwarna kekuningan hingga merah muda yang mengilap.  Pada sayap mukanya ada titik-titik hitam. Sayap belakangnya berjumbai dengan ujung yang meruncing, panjangnya lebih kurang 7 mm, Tubuhnya ramping dengan panjang 5-7 mm, panjang rentang sayapnya depan 11-15 mm, pada posisi istirahat sayap depan dilipat menutupi tubuh dan sayap belakang, dan keseluruhan berbentuk segitiga. Ngengat ini aktif pada malam hari. Telurnya mula-mula berwarna putih kemudian berubah jadi kemerahan. Bentuknya bulat memanjang, sekitar kurang lebih 0.5 mm.  Larva berwarna putih kekuning-kuningan dengan bagian kepala berwarna kehitaman, panjangnya kurang lebih 6 mm. Tubuhnya beruas-ruas dan pada ruas ke 1-3 dilengkapi dengan kaki. 
S. cerealella bermetamorfosis sempurna Siklus hidup ngengat pada lingkungan ideal berlangsung 25-28 hari. Kondisi lingkungan yang optimal bagi perkembangan ngengat adalah pada suhu 320C dan kelembaban udara 75%. Betina mampu menghasilkan telur 40-200 butir dan akan menetas setelah 3-4 hari.   

2.1.2  Daur hidup
   Ngengat betina bertelur 1-12 butir diantara kelopak pada pangkal gabah. Selama hidupnya, ngengat bisa bertelur sampai 200 butir . Stadium telur ±5-6 hari. Ulat (larva) yang baru saja menetas  untuk beberapa hari jalan-jalan diantara gabah kemudian segera masuk kedalam gabah, setiap gabah biasanya hanya ada satu ulat yang hidup didalamnya. Kemudian sesudah berumur ±7 sampai 15 hari mulai berkepompong (pupa) yang lamanya ±7 hari. Kemudian jadi ngengat yang aktif pada malam hari.

Ngengat ini mempunyai klasifikasi sebagai berikut;
Domain: Eukaryota
        Kingdom: Metazoa
            Phylum: Arthropoda
                Subphylum: Uniramia
                    Class: Insecta
                        Order: Lepidoptera
                            Family: Gelechiidae
                                Genus: Sitotroga
                                    Species: Sitotroga cerealella


2.1.3  Gejala Serangan
 Gejala kerusakan berupa lubang-lubang bekas gerekan dan adanya sisa gerekan berbentuk tepung (serasah halus).  Ngengat ini bersama dengan R. dominica menyebabkan kerusakan berat pada gabah dalam simpanan.

2.1.4  Pengendalian
1.      Padi yang baru saja dipanen segera dikeringkan dalam waktu yang singkat kemudian disimpan di tempat yang kering dan disusun sampai padat, atau bila dalam bentuk gabah masukkkan dalam karung yang bersih dan bebas hama dan ditutup yang rapat. 
2.      Selain untuk mengatasi tingginya serangan serangga gudang, penjemuran juga dapat mengurangi kerusakan gabah akibat tingginya kadar air gabah.  Beras yang akan disimpan sampai betul-betul kering. Tempat penyimpanan harus bersih betul, jangan sampai ada celah-celah untuk bersembunyi ulat. Bahan yang sudah terserang jangan ikut di simpan atau digabungkan.
3.      Pengaturan tempat penyimpananTempat penyimpanan juga sangat mempengaruhi kesukaan serangga gudang terhadap gabah yang disimpan. Tempat penyimpanan yang tidak baik dengan kelembaban tinggi dan temperatur yang tidak sesuai akan memacu perkembangbiakan serangga.  Walaupun kadar air gabah sudah memenuhi standar setelah dikeringkan, akan tetapi jika tempat penyimpanan tidak sesuai justru akan meningkatkan kembali kadar air gabah.
4.      dapat juga tempat penyimpanan bahan (gudang) didesinfeksi lebih dulu dengan karbon disulfida yang berbentuk cairan, yang diletakkan dalam cawan dibagian atas dari gudang yang tertutup rapat. Cairan tersebut akan segera menguap, karena uapnya lebih berat dari udara maka akan turun ke bawah memenuhi ruangan dan akan mematikan hama-hama dalam gudang. Hati-hati dalam menggunakan obat ini karena beracun, tak berbau dan mudah terbakar. Dapat digunakan 30-50 cc karbon disulfida untuk tiap meter kubik selama 24 jam.
5.      Penggunaan pestisida nabati
Pestisida nabati dapat membunuh atau mengganggu serangan hama dan penyakit melalui cara kerja yang unik, yaitu dapat melalui perpaduan berbagai cara atau secara tunggal. Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu :
§  merusak perkembangan telur, larva dan pupa.
§  menghambat pergantian kulit.
§  mengganggu komunikasi serangga.
§  menyebabkan serangga menolak makan.
§  menghambat reproduksi serangga betina.
§  mengurangi nafsu makan.
§  memblokir kemampuan makan serangga.
§  mengusir serangga.
§  menghambat perkembangan patogen penyakit.

Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan.
Keunggulan pestisida nabati adalah :
1)      murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani.
2)      relatif aman terhadap lingkungan.
3)      tidak menyebabkan keracunan pada tanaman.
4)      sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama.
5)      kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain.
6)      menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.

Sementara, kelemahannya adalah :
§  daya kerjanya relatif lambat.
§  tidak membunuh jasad sasaran secara langsung.
§  tidak tahan terhadap sinar matahari.
§  kurang praktis.
§  tidak tahan disimpan.
§  kadang-kadang harus diaplikasikan / disemprotkan berulang-ulang.

6.      Pengendalian serangga dapat dilakukan dengan zat kimia.  Penggunaan zat kimia harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mencemari bahan pakan. Fumigan dan insektisida merupakan zat kimia yang dapat digunakan dalam pengendalian hama gudang yang telah menyerang bahan pakan.  Kandungan air bahan pakan yang disimpan diupayakan serendah mungkin.  


BAB III
PENUTUP
3.1          Kesimpulan
   Hama Sitotroga cerealella termasuk dalam ordo Lepidoptera famili Gelechiidae. Hama ini termasuk hama primer dapat menyerang semua jenis biji-bijian mulai dari panen hingga kepenyimpanan. Ngengat dewasa tubuhnya berwarna kekuningan hingga merah muda yang mengilap.  Pada sayap mukanya ada titik-titik hitam dan sayap belakangnya berjumbai. Perkembangbiakan dengan cara metamorfosis, mulai dari telur, larva, pupa, serta ngengat dewasa. Dalam pengendaliannya dapat dilakukan dengan cara pengeringan, penjemuran, pembersihan gudang, fumigasi serta penggunaan pestisida nabati.
3.2          Saran
   Dalam makalah ini masih banyak kekurangannya maka perlu penyempurnaan dalam hal lain seperti faktor yang mempengaruhi peningkatan aktivitas ngengat Sitotroga cerealella.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRAKTEK LAPANGAN MAHASISWA

PRAKTEK LAPANGAN MAHASISWA TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS EKASAKTI KE UKM KERUPUK DI KOTA PARIAMAN Suatu kunjungan lapangan yang dilakukan mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti Padang (14/12) merupakan salah satu agenda kegiatan perkuliahan di Program Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian (FAPERTA) untuk memperkenalkan mahasiswa kepada dunia teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Dalam kunjungan yang diikuti oleh 8 orang mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian Universitas Ekasakti Padang semester 7 beserta 1 orang dosen pengampu ini, melirik produksi kerupuk merah yang berada di daerah Pariaman Sumatera Barat. Sasaran utamanya adalah usaha produksi Kerupuk Merah Juanda milik bapak Jamaludin yang merupakan hasil penerapan atau bimbingan dari dosen Faperta UNES Padang. Kerupuk merupakan sajian pelengkap hidangan segala macam jenis. Berbagai macam kerupuk pasti di sajikan dari mulai prasmanan maupun ...